Rabu, November 04, 2009

Memasak

Apa yang ibu2 rumah tangga lain pikirkan setelah bangun tidur ya?
Karena setiap bangun pagi, walaupun masih berbaring & memejamkan mata, aku selalu berpikir keras "pagi ini kira2 masak apa ya?". Hoaammhh... Bangun, pergi ke dapur, cek isi kulkas, berdiri atau nongkrong agak lama di depan kulkas sambil (masih) berpikir dengan pikiran yang sama. Oh... betapa kegiatan yang satu ini betul2 ingin aku hindari. Seandainya aku belajar menyukai kegiatan ini dari dulu...
Ibuku memang tidak jago memasak tapi setidaknya beliau bisa membuat makanan seperti ibu2 yang lainnya. Bahkan membuat cake atau kue2 untuk Lebaran, beliau pun bisa. Waktu aku & mbakku masih anak2 hingga remaja, beliau tidak pernah memaksa kami untuk bisa memasak. "Nanti kan bisa sendiri kalau sudah berumah tangga", begitu katanya.
Mbakku memang akhirnya bisa memasak setelah menikah tapi mungkin karena kemampuan itu tidak diasah sejak kecil, masakannya terasa biasa saja. Dan mungkin karena kebetulan dia orang yang sangat aktif dengan kegiatan2 lainnya di luar rumah, kegiatan masak memasak ini bukan menjadi satu hal yang rutin di rumahnya. Ditambah lagi dengan jumlah anggota keluarga yang cuma sedikit, 3 orang, dan hasrat mereka untuk 'memamah biak' camilan2 yang tidak begitu tinggi, makanya mbakku pun tidak terlalu terpacu mendalami kegiatan yang satu ini.
Begitupun dengan aku, dengan jumlah anggota keluarga yang cuma dua orang ini (aku & Ayah), ditambah dengan begitu baiknya suamiku ini dengan tidak memaksakan istrinya memasak (makasih Cintaaa... muah..), makanya keinginan untuk berkutat di dapur makin melemah... ;p Tapi ini tidak berarti aku lantas tidak sama sekali memasuki area ini. Sesekali aku masih memasak sarapan buat dibawa Ayah ke kantor atau masak di hari Sabtu & Minggu. Walaupun hanya makanan sederhana seperti ceplok telur, tempe tahu goreng, sayur tumis, dambal terasi, dan tipe makanan yang sangat2 simple lainnya, tapi setidaknya aku pernah mencoba juga kok... Atau paling tidak aku pernah punya buku panduan memasak yang aku beli beberapa waktu yang lalu, walaupun buku itu sampai sekarang masih 'duduk' dengan manis dengan buku2 yang lain... ;p
Ada rasa khawatirku juga sebenarnya, seandainya ibu mertuaku takut kalau2 anaknya tidak diberi makan dengan benar oleh istrinya, mengingat beliau sangat jago memasak.... hahaha... Mengenai hal yang satu ini, Ayah sangat excited bila kami sudah bertandang ke rumah beliau dan beliau memasakkan makanan2 kesukaan kami. Dan agar beliau tidak khawatir anaknya kelaparan, bungkusan2 makanan sudah disiapkan untuk dibawa pulang. What a great day! Thanks my dear Mami...
Anyway, mungkin satu saat ada masa dimana aku mulai berpikir serius untuk mendalami kegiatan yang satu ini. Mungkin aku akan mulai berusaha kalau anak kami nanti mulai sering main ke tetangga sebelah dan jarang pulang untuk makan di rumah karena lebih senang menyicipi makanan ibu temannya. Dan ketika aku tanya kenapa, dia bilang "soalnya makanan tante sebelah lebih enak daripada makanan Bunda.." Oh NOOO.... :(
(Bunda)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

loooh, ko tertulis 4 Nov 2009,, bukannya kamu udah nikah...? wah wah wah #$%$#@