Salah satu sifat yang berusaha aku tiru dari Ibuku adalah kesabarannya. Sabar dalam menghadapi sifat almarhum Bapak yang keras, sabar mengasuh anak-anaknya waktu kecil, sabar mengatasi masalah hidupnya di saat-saat susah, bahkan di saat sekarang dia harus beristirahat, dia masih sabar mendengarkan keluhan-keluhanku, teriakan-teriakan cucu kesayangannya, bantahan-bantahan kakakku, tanggung jawabnya terhadap adikku dan segudang cerita-cerita lainnya.
Pada saat aku dulu tidak sejalan dengan beliau & almarhum Bapak, masih dengan sabar beliau menasehati dengan kata-kata yang tenang, bukan menyalahkan, bukan menghakimi, bukan pula memaksakan kehendak, tapi dengan menyarankan & membiarkan aku untuk berpikir beberapa lama untuk memastikan bahwa tindakan yang aku ambil benar adanya.
And now, when I have my own family, can I be just like my mother?
(Bunda)
